1. Sekolah Dasar (SD)
Fokus pada pengenalan lingkungan sekitar dan identitas diri sebagai warga negara.
- Sejarah Lokal: Mengenal pahlawan nasional, asal-usul daerah, dan peninggalan sejarah (candi, prasasti).
- Geografi Dasar: Membaca peta, mengenal kenampakan alam (gunung, sungai, laut), serta pemanfaatan sumber daya alam.
- Ekonomi Sederhana: Mengenal jenis-jenis pekerjaan, kebutuhan manusia (primer, sekunder, tersier), dan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi).
- Keberagaman Budaya: Mengenal rumah adat, pakaian daerah, dan tarian tradisional di Indonesia.
2. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Materi mulai bersifat integratif dengan analisis yang lebih mendalam.
- Ruang dan Interaksi Antarruang: Letak geografis Indonesia, pengaruh cuaca/iklim, serta interaksi antarwilayah di Indonesia dan ASEAN.
- Interaksi Sosial: Bentuk-bentuk interaksi (asosiatif & disosiatif), lembaga sosial, serta dinamika penduduk.
- Keunggulan Ekonomi: Kreativitas ekonomi, perdagangan antardaerah, dan perdagangan internasional.
- Sejarah Indonesia: Masa Praaksara, masuknya Hindu-Buddha dan Islam, masa Kolonialisme, hingga Proklamasi Kemerdekaan.
3. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pada jenjang ini, IPS dibagi menjadi empat mata pelajaran utama yang lebih spesifik:
- Sejarah: Mempelajari metodologi sejarah, peradaban dunia, serta peristiwa politik dan sosial besar di Indonesia dan global.
- Geografi: Mempelajari litosfer (batuan), atmosfer (cuaca), hidrosfer (air), pemetaan (SIG), serta wilayah dan tata ruang.
- Ekonomi: Mempelajari akuntansi, mekanisme pasar, pendapatan nasional, APBN/APBD, serta kebijakan fiskal dan moneter.
- Sosiologi: Mempelajari kelompok sosial, konflik dan integrasi, perubahan sosial, serta penelitian sosial di masyarakat